Jumat, 12 April 2013

LAPORAN PENDAHULUAN GASTRITIS PADA LANSIA


LAPORAN PENDAHULUAN

GASTRITIS PADA LANSIA

A.    Konsep Dasar Medis

1.      Pengertian gastritis
Gastritis pada lansia adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat kronis, difus atau lokal yang sering terjadi pada lansia: dua jenis gastritis yang paling sering terjadi : gastritis superfisial akut dan gastritis atropik kronik.
2.      Etiologi
Gastritis seringkali akibat dari stres.
a.       Endotoksin bakteri (masuk setelah menelan makanan yang terkontaminasi), kafein, alkohol, dan aspirin merupakan agen-agen penyebab yang sering.
b.      Penyebab lain adalah obat-obatan seperti : sulfonamida, steroid.
c.       Beberapa makanan berbumbu termasuk lada, cuka dapat menyebabkan gejala yang mengarah pada gastritis.
d.         Gastritis kronik umumnya disebabkan akibat minum alkohol berlebihan, teh panas, merokok, merupakan predisposisi timbulnya gastritis atropik.
e.          Pada kasus anemia pernisiosa, patogenesis agaknya berkaitan dengan gangguan mekanisme imunologik. Kebanyakan penderita mempunyai antibodi terhadap sel parietal dalam darahnya, lebih spesifik lagi, penderita ini juga mempunyai antibodi terhadap faktor intrinsik.
3.      Patogenesis
Seluruh mekanisme yang menimbulkan gastritis erosif karena keadaan – keadaan klinis yang berat belum diketahui benar. Aspirin dan obat anti inflamasi non steroid merusak mukosa lambung melalui beberapa mekanisme. Prostaglandin mukosa merupakan salah satu faktor defensif mukosa lambung yang amat penting. Selain menghambat produksi prostaglandin mukosa, aspiran dan obat aninflamasi topikal terjadi karena kandungan asam dalam obat tersebut bersifat korosif sehingga dapat merusak sel-sel epitel mukosa. Pemberian aspirin dan obat antiflamasi non steroid juga dapat menurunkan sekresi bikarbonat dan mukus oleh lambung, sehingga kemampuan faktor defensif terganggu.
4.      Patofisiologi
Obat-obatan, alkohol, garam empedu atau enzim – enzim pankreas dapat merusak mukosa lambung (gastritis erosif), mengganggu pertahanan mukosa lambung dan memungkinkan difusi kembali, asam dan pepsin ke dalam jaringan lambung, hal ini menimbulkan peradangan respons mukosa terhadap kebanyakan penyebab iritasi tersebut dengan regenerasi mukosa, karena itu gangguan-gangguan tersebut seringkali menghilang dengan sendirinya.
Dengan iritasi yang terus menerus, jaringan menjadi meradang dan dapat terjadi perdarahan.
Masuknya zat-zat seperti asam dan basa yang bersifat korosif mengakibatkan peradangan dan nekrosis pada dnding lambung.
Gastritis kronis dapat menimbulkan keadaan dengan atropi kelenjar-kelenjar lambung dan keadaan mukosa terdapat bercak-bercak penebalan warna abu-abu. Hilangnya mukosa lambung akhirnya akan berakibat kurangnya sekresi lambung dan timbulnya anemia pernisiosa.
5.      Manifestasi klinik
Manifestasi klinis dari gastritis akut dapat bervariasi dari keluhan abdomen yang tidak jelas, seperti anoreksia atau mual, sampai gejala lebih berat seperti nyeri epigastrium, muntah, perdarahan dan hematemesis. Pada pemeriksaan fisis biasanya tidak ditemukan kelainan, kecuali mereka yang mengalami perdarahan yang hebat sehingga menimbulkan tanda dan gejala gangguan hemodinamik yang nyata seperti hipotensi, pucat, keringat dingin, takikardia sampai gangguan kesadaran. Klien juga mengeluh kembung, rasa asam di mulut.
Sedangkan manifestasi klinis dari gastritis kronik ; gejala defisiensi B12, sakit ulu hati setelah makan, bersendawa rasa pahit dalam mulut, mual dan muntah.


6.      Pemeriksaan Diagnosis
Gastritis erosif harus selalu diwaspadai pada setiap pasien dengan keadaan klinis yang berat atau pengguna aspirin dan anti inflamasi nonsteroid. Diagnosa ini ditegakkan dengan pemeriksaan gastroduodenoskopi. Pada pemeriksaan akan tampak mukosa yang sembab, merah, mudah berdarah atau terdapat perdarahan spontan, erosi mukosa yang bervariasi dari yang menyembuh sampai tertutup oleh bekuan darah dan kadang ulserasi.
Pada gastritis kronis diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan endoskopi dan histopatologi. Untuk pemeriksaan histopatologi sebaiknya dilakukan biopsi pada semua segmen lambung. Perlu pula dilakukan kultur untuk membuktikan adanya infeksi helicobacter pylori apalagi jika ditemukan ulkus baik pada lambung ataupun pada duodenum, mengingat angka kejadian yang cukup tinggi yaitu hampir mencapai 100%. Kriteria minimal untuk menegakkan diagnosis H. Pylori jika hasil PA positif.
7.      Penatalaksanaan
Gastritis akut :
a.          Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi.
b.         Mengatasi atau menghindari penyebab apabila dijumpai / ditemukan.
c.          Pemberian obat – obat H2 blocking, antasid atau obat – obat ulkus lambung yang lain.

Gastritis kronis :
Pada umumnya gastritis kronik tidak memerlukan pengobatan, yang harus diperhatikan ialah penyakit – penyakit lain yang keluhannya dapat dihubungkan dengan gastritis kronik. Anemia yang disebabkan oleh gastritis kronik biasanya bereaksi baik terhadap pemberian vitamin B12 atau preparat besi, tergantung dari defisiensinya.
8.      Komplikasi
Komplikasi pada gastritis akut adalah :
a.          Perdarahan saluran cerna bagian atas yang merupakan kedaruratan medis. Kadang – kadang perdarahan cukup banyak sehingga dapat menyebabkan kematian.
b.         Terjadi ulkus kalau prosesnya hebat.
c.          Jarang terjadi perforasi.
Komplikasi pada gastritis kronik adalah :
a.          Atropi lambung dapat menyebabkan gangguan penyerapan terutama terhadap vitamin B12. Gangguan penyerapan terhadap vitamin B12 selanjutnya dapat menyebabkan anemia yang secara klinik hampir sama dengan anemia pernisiosa. Keduanya dapat dipisahkan dengan memeriksa antibodi terhadap faktor intrinsik. Selain vitamin B12­ penyerapan besi juga dapat terganggu.
b.         Gastritis kronik antrum pilorum dapat menyebabkan penyempitan daerah antrum pilorum. Gastritis kronik sering dihubungkan dengan keganasan lambung, terutama gastritis kronik antrum pilorus.

B.     Konsep Asuhan Keperawatan

Defenisi proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis untuk mengkaji respon manusia terhadap masalah – masalah kesehatan dan membuat rencana keperawatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah – masalah tersebut.
Proses keperawatan terdiri dari 5 tahap yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
1.      Pengkajian
Adalah dasar utama dari proses keperawatan. Pengumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien, serta merumuskan diagnosis keperawatan.
Data subyektif meliputi anoreksia, mual, tidak nyaman perut pada tingkat tertentu.
Data obyektif meliputi selaput mukosa kering, otot lemah, muntah (jumlah, frekuensi, adanya darah), ada tanda – tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, haus, penurunan turgor kulit.


2.      Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinik tentang respon individu, keluarga atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan yang aktual atau potensial.
Adapun diagnosa keperawatan pada gastritis adalah :
a.          Ansietas berhubungan dengan pengobatan.
b.         Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan masukan nutrien tidak adekuat.
c.          Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan berlebihan karena muntah.
d.         Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit.
e.          Nyeri berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi.
3.      Perencanaan
a.          Ansietas berhubungan dengan pengobatan.
Tujuan     :   Utama mencakup mengurangi ansietas
Intervensi keperawatan :
Bila pasien mencerna asam atau alkali, maka tindakan darurat diperlukan.
1)      Terapi pendukung diberikan pada pasien dan keluarga selama pengobatan dan setelah mencerna asam atau alkali yang telah dinetralisir atau diencerkan.
2)      Pasien perlu disiapkan untuk pemeriksaan diagnostik (endoskopi) atau pembedahan.
3)      Menggunakan pendekatan untuk mengkaji pasien dan menjawab semua pertanyaan selengkap mungkin.
4)      Semua prosedur dan pengobatan dijelaskan sesuai dengan minat dan tingkat pemahaman pasien.
b.         Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan masukan nutrien tidak adekuat.
Tujuan     :   Menghindari makanan pengiritasi dan menjamin masukan nutrien adekuat.
Intervensi keperawatan :
1)      Dukungan fisik dan emosi diberikan.
2)      Pasien dibantu untuk menghadapi gejala yang dapat mencakup mual, muntah, sakit ulu hati dan kelelahan.
3)      Makanan dan cairan tidak diijinkan melalui mulut selama beberapa jam atau beberapa hari sampai gejala akut berkurang.
4)      Bila terapi intravena diperlukan, pemberiannya dipantau dengan teratur, sesuai dengan nilai elektrolit serum.
5)      Bila gejala berkurang, pasien diberikan es batu diikuti dengan cairan jernih.
6)      Makanan padat diberikan sesegera mungkin untuk memberikan nutrisi oral, menurunkan kebutuhan terhadap terapi intravena.
7)      Meminimalkan iritasi pada mukosa lambung.
8)      Bila makanan diberikan, adanya gejala yang menunjukkan berulangnya episode gastritis dievaluasi dan dilaporkan.
9)      Masukan minuman mengandung kafein dihindari, demikian juga merokok.
c.          Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan berlebihan karena muntah.
Tujuan     :   Mempertahankan keseimbangan cairan.
Intervensi keperawatan :
1)      Masukan dan haluaran cairan setiap hari dipantau untuk mendeteksi tanda – tanda awal dehidrasi.
2)      Bila makanan dan minuman ditunda, cairan intravena biasanya diberikan.
3)      Masukan cairan ditambah nilai kalori diukur.
4)      Nilai elektrolit dapat dikaji setiap 24 jam untuk mendeteksi indikator awal ketidakseimbangan.
5)      Pantau adanya indikator gastritis
6)      Pantau tanda-tanda vital sesuai kebutuhan.
d.         Kurang pengetahuan tentang penatalaksanaan diet dan proses penyakit.
Tujuan     :   Meningkatkan kesadaran tentang penatalaksanaan diet.
Intervensi keperawatan :
1)      Pengetahuan pasien tentang gastritis dievaluasi.
2)      Diet diresepkan dan disesuaikan dengan jumlah kebutuhan kalori harian pasien, makanan yang disukai, pola makan.
3)      Pasien diberi daftar zat – zat untuk dihindari.
4)      Antibiotik, obat – obatan untuk menurunkan sekresi lambung diberikan sesuai resep.
5)      Pasien dengan anemia pernisiosa diberi instruksi tentang kebutuhan terhadap injeksi vitamin B12 jangka panjang.
e.          Nyeri berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi.
Tujuan     :   Menghilangkan nyeri.
Intervensi keperawatan :
1)      Pasien diinstruksikan untuk menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi mukosa lambung.
2)      Perawat mengkaji tingkat nyeri.
3)      Pantau kenyamanan pasien setelah penggunaan obat – obatan.
4)      Hindari zat pengiritasi.
4.      Implementasi
Implementasi adalah pelaksanaan perencanaan keperawatan oleh perawat dan klien. beberapa petunjuk pada implementasi adalah :
a.          Intervensi dilaksanakan sesuai dengan rencana.
b.         Keterampilan interpersonal, intelektual, teknikal, dilakukan dengan cermat dan efisien pada situasi yang tepat.
c.          Keamanan fisik dan psikologis dilindungi
d.         Dokumentasi intervensi dan respons klien
5.      Evaluasi
Bagian terakhir dari proses keperawatan. Semua tahap proses keperawatan harus dievaluasi.
Hasil yang diharapkan :
a.          Menunjukkan berkurangnya ansietas
b.         Menghindari makan makanan pengiritasan, atau minuman yang mengandung kafein atau alkoholik.
c.          Mempertahankan keseimbangan cairan.
1)      Mentoleransi terapi intravena sedikitnya 1,5 liter setiap hari.
2)      Minum 6 – 8 gelas air setiap hari.
3)      Mempunyai haluaran urine ± 1 liter setiap hari.
4)      Menunjukkan turgor kulit yang adekuat.
d.         Mematuhi program pengobatan.
1)      Memilih makanan dan minuman bukan pengiritasi.
2)      Menggunakan obat-obatan sesuai resep.
e.          Melaporkan nyeri berkurang


 FORMAT PENGKAJIAN KEPANITERAAN KLINIK NERs
BAGIAN KEPERAWATAN GERONTIK

I.                Data biografis
Nama klien             : Ny. P
TTL                         : Makassar 1930-an (± 72 tahun)
Jenis kelamin          : Perempuan
Pendidikan                         : Tidak sekolah
Alamat/tlp               : Panti social tresna werda Gau Mabaji Gowa Wisma XI
Suku                       : Makassar
Agama                    : Islam
Status pernikahan   : Menikah
Keluarga terdekat yg dapat dihubungi : Tidak ada

II.             Riwayat hidup
Pasangan
Hidup         : Tidak ada
Kematian
Tahun meninggal    : Suami, Tahun 1977
Penyebab kematian : Sesak nafas.
Anak-anak
Hidup                     : Tidak ada
Nama & alamat       : -        
III.          Riwayat pekerjaan
Status pekerjaan saat ini     : Tidak ada
Pekerjaan sebelumnya        : Menjahit
Sumber pendapatan saat ini : Sumbangan dari pemerintah/relawan

IV.          Riwayat tempat tinggal
Status kepemilikan rumah  : Tinggal di Panti Sosial tresna Werda Gau Mabajigowa
Jumlah kamar                      : 4 kamar
Jumlah yang tinggal dirumah : 5 orang
Tetangga terdekat               : Ny. L

V.             Riwayat aktivitas waktu luang
Hobi/ minat                         : Menyanyi
Keanggotaan organisasi      : Tidak ada
Liburan                               : Jarang

VI.          Sistem pelayanan kesehatan yang digunakan : Pelayanan kesehatan yang ada di panti.

VII.       Deskripsi aktivitas selama 24 jam (kalau bisa buatkan jadwal kegiatan harian klien)
Klien bangun pagi, mandi, memakai bedak, kadang sarapan kadang tidak, berinteraksi/bertukar pikliran dengan mahasiswa praktek sampai jam 14.30, istirahat siang, mandi sore, makan malam, bersantai, istirahat.

VIII.    Riwayat kesehatan
Keluhan utama : nyeri abdomen kuadran atas kiri
Sifat keluhan :
Ø  P : Klien mengatakan nyeri dirasakan paling kuat jika klien   lupa/malas makan.
Ø  Q : Klien mengatakan nyerinya dirasakan seperti tertarik kuat (tajam)
Ø  R : Klien mengatakan sakitnya dirasakan pada daerah uluh hati
Ø  S : Klien mengatakan nyerinya pada skala 7 (Nyeri berat)
Ø  T : Klien mengatakan nyerinya dirasakan tidak menentu waktunya, muncul sesekali selama 5 menit dengan durasinya 15 menit.
Ø  Wajah klien nampak meringis
Ø  Klien nempak menekan daerah lambung jika nyerinya timbul.
Ø  Klien terdengar berteriak kesakitan jika nyerinya muncul.
Pengetahuan/ pemahaman ttg status kesehatan saat ini : tidak baik.
Pemahaman mengenai proses menua; cukup
Status kesehatan umum setahun yang lalu : kurang baik (tidak bisa berjalan)
Penyakit masa kanak-kanak : Cacar, demam, flu
Penyakit serius kronik : Lumpuh pada kedua kaki
Trauma : Tidak ada.
Perawatan di RS : Tidak pernah
Operasi : Tidak pernah
Riwayat obstetric :
Obat-obatan
Klien biasanya mengggunakan obat tetra 1x1/ hari.
Nama obat
Dosis
Waktu pemakaian
Tgl diresepkan
Tetra
1 x 1
Setelah makan siang
-

Masalah yang berkaitan dengn konsumsi obat : persepsi klien terhadap keefektifan obat kurang bagus
Riwayat alergi
Obat-obatan            : Tidak pernah
Makanan                 : Tidak ada
Alergen                  : Tidak ada
Faktor lingkungan : Tidak ada

Nutrisi
Intake cairan           : 1000-1500cc/24 jam
Jenis cairan             : Air putih + Air teh.
Diet khusus             : Tidak ada
Pembatasan makanan/ pilihan : Klien menghindari makan bubur dan klien sangat memilih dalam makan.

Istirsahat/ Tidur
Ø  Klien mengatakan susah tidur malam
Ø  Klien mengatakan tidurnya hanya ± 5 jam/ hari
Ø  Klien mengatakan sering terbangun dari tidur malamnya.
Ø  Klien nampak mengantuk
Ø  Klien nempak tertidur pada pagi hari.
Aktivitas fisik
Ø  Klien mengatakan tidak bisa menggerakkan kedua kakinya
Ø  Klien mengatakan tidak bisa berjalan sejak tahun 1950-an.
Ø  Klien mengatakan selalu menggunakan kursi rodanya jika mau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Ø  Klien nempak tidak bisa menggerakkan kedua kakinya.
Ø  Klien nampak selalu duduk di kursi roda dan menggerakkannya jika mau ke tempat lain.
Ø  Klien nempak tidak bisa berdiri ataupun berjalan.
Pengetahuan
Ø  Klien mengatakan ia tidak terlalu banyak tahu tentang penyakit yang dideritanya
Ø  Klien mengatakan ia tidak pernah memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan
Ø  Klien mengatakan tidak mengetahui penyebab kelumpuhannya.
Ø  Klien nampak bertanya-tanya tentang penyakitnya.
Ø  Klien nempak bingung ketika kaji tentang penyakitnya






IX.          Riwayat Keluarga (genogram 3 generasi)

 

G1


                                                                                                                                    G2
                                                                                                       


72
                                                                                                       G3
                                                                                                         
                                                                                                      
Keterangan :                                                                                                              
       :  Laki-Laki
       :  Perempuan
        :  Klien
        : Laki-laki meninggal
        : Perempuan meninggal
             ?           : Tidak diketahui umur
                          : Garis Keturunan
                          : Garis Persaudaraan
G1: Kakek dan nenek dari ayah dan ibu klien sudah meninggal karena factor usia. Klien pun mengatakan telah lupa kejadian meninggalnya.
G2: Ayah dan ibu Klien telah meninggal dunia. Ibu klien meninggal karena pembengkakan pada perutnya, sedangkan ayah klien meninggal pada saat pergi mencari ikan di laut.
G3: Klien sekarang mengalami gastritis. Klien tinggal bersama dengan 4 orang nenek dip anti 11.
X.    Tinjauan Sistem
Status vitalis
TD (120/70mmHg), N(60x/i), Suhu (36,0°C), RR(20x/i)
Status Generalis
Hemoptoe : tidak
Perdarahan/ memar : tidak
Anemia : tidak
Riwayat transfuse darah : tidak
Kepala :
Sakit kepala : tidak
Trauma berarti pada masa lalu : tidak
Gatal pada kulit kepala : tidak
Leher :
                        Kekakuan : tidak
                        Nyeri/ nyeri tekan : tidak
                        Benjolan/ massa : tidak
                        Keterbatasan gerak : tidak
                        Mata :
                        Perubahan penglihatan : ya
                        Kacamata : tidak
                        Nyeri :  tidak
                        Air mata berlebih : tidak
                        Bengkak sekitar mata : tidak
                        Kabur : ya
                        Fotofobia : tidak
                        Riwayat infeksi : tidak
                        Dampak pd aktivitas sehari-hari : tidak
Mata klien nampak sayu
                        Telinga :
                        Perubahan pendengaran : tidak
                        Tinitus : tidak
                        Vertigo : tidak
                        Sensitivitas pendengaran : tidak
                        Alat bantu prostesa : tidak
                        Riwayat infeksi : tidak
                        Kebiasaan perawatan telinga : ya
                        Dampak pd aktivitas sehari-hari :  tidak
                        Mulut & tenggorokan :
                        Sakit tenggorokan : tidak
                        Lesi/ ulkus : tidak
                        Perubahan suara : ya
                        Kesulitan menelan : tidak
                        Perdarahan gusi : tidak
                        Karies/ tanggal gigi : ya (klien hanya memiliki 5 gigi)
                        Riwayat infeksi : tidak
                        Tgl pemeriksaan gigi terakhir : klien sudah lupa
                        Menggosok gigi : tidak
                        Hidung & sinus :
                        Rinorhea : tidak
                        Epistaksis : tidak
                        Obstruksi :  tidak
                        Mendengkur : tidak
                        Nyeri tekan pada area sinus :  tidak
                        Alergi : tidak
                        Riwayat infeksi : tidak
                        Penialaian dari N.I : baik
                        Payudara :
                        Benjolan/ massa : tidak
                        Nyeri/ nyeri tekan : tidak
                        Bengkak : tidak
                        Keluar cairan dari putting susu : tidak
                        Perubahan pada putting susu : ya
                        Pemeriksaan SADARI :  tidak
Tgl pemeriksaan mammogram terakhir : Klien tidak pernah melakukan pemeriksaan.
                        Kardiovaskular :
                        Nyeri/ ketidaknyamanan dada : tidak
                        Palpitasi : tidak
                        Dispnea : tidak
                        Dispnea saat aktivitas : tidak
                        Dispnea nocturnal paroksismal : tidak
                        BJ tambahan : tidak
                        Edema : tidak
                        Varises : tidak
                        Parestesia : tidak
                        Perubahan warna kaki : tidak

                        Pernapasan :
                        Batuk : tidak
                        Dispnea : tidak
                        Sputum : tidak
                        Bunyi napas tambahan :  tidak
                        Asma/ alergi :  tidak
                        Tgl pemeriksaan foto thorax terakhir : Tidak pernah melakukan pemeriksaan.
                        Gastro intestinal :
                        Tidak dapat mencerna : tidak
                        Disfagia : tidak
                        Nyeri ulu hati : ya
                        Mual/ muntah : sering mual
                        Hematemesis : tidak
                        Perubahan nafsu makan : ya
                        Intoleransi makanan : tidak
                        Ulkus :  tidak
                        Nyeri : ya
                        Ikterik : tidak
                        Benjolan/ massa : tidak
                        Perubahan kebiasaan defekasi : tidak
                        Diare : tidak
                        Konstipasi :  tidak
                        Melena :  tidak
                        Haemorhoid :  tidak
                        Perdarahan rectum :  tidak
                        Perkemihan :
                        Disuria : tidak
                        Menetes : tidak
                        Ragu-ragu : tidak
                        Dorongan : tidak
                        Heamturia : tidak
                        Poliuria : tidak
                        Nokturia : tidak
                        Inkontinensia : tidak
                        Nyeri saat berkemih : tidak
                        Batu : tidak
                        Infeksi : tidak
                        Genitoreproduksi:
                        Perdarahan pasca senggama (wanita) : tidak
                        Nyeri pelvic (wanita) : tidak
                        Penyakit kelamin : tidak
                        Riwayat menopause : ya
                        Tgl dan pemeriksaan terakhir PAP Smear : Tidak pernah
                        Muskuloskeletal :
                        Nyeri persendian : ya
                        Kekakuan : ya
                        Pembengkakan sendi : tidak
                        Deformitas : tidak
                        Spasme : tidak
                        Kram : tidak
                        Kelemahan otot : ya
                        Masalah cara berjalan : ya (klien tidak bisa berjalan)
                        Nyeri punggung : ya
                        Protesa : tidak
                        Latihan/ olahraga : tidak
                        Dampak pada aktivitas sehari-hari : ada
                        Endokrin :
                        Intoleran terhadap panas : tidak
                        Intoleran terhadap dingin : tidak
                        Goiter : tidak
                        Pigmentasi kulit/ tekstur :  tidak
                        Perubahan rambut : ya
                        Polifagia :  tidak
                        Polidpsia :  tidak
                        Poliuria :  tidak
                        Saraf pusat :
                        Sakit kepala : tidak
                        Kejang : tidak
                        Sinkope/ heart attack : tidak
                        Paralisis : tidak
                        Paresis :  tidak
                        Masalah koordinasi : tidak
                        Tic/ tremor/ spasme : tidak
                        Parestesia :  tidak
                        Cedera kepala : tidak
                        Masalah memori : ya
                        Psikososial :
                        Cemas :  tidak
                        Depresi : tidak
                        Insomnia : ya
                        Menangis : ya
                        Gugup :  tidak
                        Takut : tidak
                        Masalah dalam pengambilan keputusan :  tidak
                        Suli konsentrasi : ya
                        Mekanisme koping yang digunakan jika ada masalah : kurang baik
                        Stress saat ini :  tidak
                        Persepsi ttg kematian : baik
                        Dampak pada aktivitas sehari-hari : tidak


                       


















Lampiran 2

INDEKS ADL KATZ
Indeks Kemandirian Dalam Aktivitas Sehari-hari
Indeks kemandirian dalam aktivitas sehari-hari dibuat berdasarkan evaluasi kemandirian atau ketergantungan fungsional klien dalam hal mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah, kontinensia, dan makan. Definisi spesifik dari kemandirian atau ketergantungan fungsional diuraikan di bawah index
A : Kemandirian dalam hal makan, berpakaian, kontinensia, ke kamar kecil, berpakaian dan mandi
B : Kemandirian dalam semua hal kecuali satu dari fungsi tsb
C : Kemandirian dalam semua hal kecuali mandi dan salah satu fungsi tambahan
D : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan
E : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil dan satu fungsi tambahan
F : Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah dan satu fungsi tambahan
G : Ketergantungan pada ke enam fungsi tsb
Lain-lain : Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C, D, E, atau F.
Kemandirian berarti tanpa pengawasan, pengarahan, atau bantuan pribadi aktif, kecuali seperti secara spesifik diperlihatkan di bawah ini. Seorang klien yang menolak untuk melakukan suatu fungsi dianggap sebagai tidak melakukan fungsi, meskipun ia dianggap mampu.
Mandi (spon, pancuran atau bak)
Mandiri           : Klien mandi sendiri sepenuhnya.
Berpakaian
Mandiri           : mengambil baju dari lemari/ laci, berpakaian, melepaskan pakaian, mengancing pakaian, mengikat dan melepas ikatan sepatu
Ke Kamar kecil
Mandiri           : ke kamar kecil, masuk dan keluar dari kamar kecil, merapikan baju, membersihkan organ-organ ekskresi, dapat mengatur bedpan sendiri yang digunakan hanya pada malam hari dan tidak menggunakan alat bantu
Berpindah
Mandiri           : berpindah ke dan dari tempat tidur/ kursi secara mandiri ( menggunakan alat bantu kursi roda)
Kontinensia
Mandiri           : BAB dan BAK seluruhnya dikontrol sendiri
Makan
Mandiri           : mengambil makanan dari piring dan memasukannya ke mulut (memotong-motong daging/ ikan, mengolesi roti dengan mentega tidak dimasukkan dalam evaluasi)


Lampiran 3
SKALA DEPRESI GERIATRIK YESAVAGE
1.      Apakah anda puas dengan kehidupan anda ? (tidak)
Tidak
2.      Apakah anda mengurangi hobi dan aktivitas sehari-hari ? (ya)
Ya
3.      Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong ? (ya)
Ya
4.      Apakah anda sering merasa bosan ? (ya)
Ya
5.      Apakah anda selalu bersemangat ? (tidak)
Ya
6.      Apakah anda takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada anda ? (ya)
Ya
7.      Apakah anda selalu merasa bahagia ? (tidak)
Tidak
8.      Apakah anda sering merasa putus asa ? (ya)
Ya
9.      Apakah anda lebih suka tinggal di rumah pada malam hari daripada keluar dan melakukan sesuatu yang baru? (ya)
Ya
10.  Apakah anda merasa mempunyai lebih banyak masalah dengan ingatan dibanding dengan orang lain ? (ya)
Tidak
11.  Apakah anda berpikir bahwa hidup ini sangat menyenangkan ? (tidak)
Tidak
12.  Apakah anda merasa tak berguna ? (ya)
Tidak
13.  Apakah anda merasa berenergi ? (tidak)
Tidak
14.  Apakah anda berpikir bahwa situasi anda tidak ada harapan ? (ya)
Tidak
15.  Apakah anda berpikir bahwa banyak orang yang lebih baik daripada anda ? (ya)
Ya


Skor 1 poin untuk tiap respon yang sesuai dengan jawaban Ya atau Tidak setelah pertanyaan
Skor 5 atau lebih menunjukkan adanya depresi


Dari hasil penilaian Ny“P” tidak menunjukkan adanya tanda-tanda depresi


Lampiran 4

ISAACS-WALKEY IMPAIRMENT MEASURMENT
1.      Apa nama tempat ini ? Jawaban benar
2.      Ini hari apa ? Jawaban benar
3.      Ini bulan apa ? Jawaban salah
4.      Tahun berapa sekarang ? Jawaban salah
5.      Berapa umur klien ? (jika klien menjawab 1 tahun lebih muda atau lebih tua, maka dianggap benar) Jawaban benar
6.      Tahun berapa klien lahir ? Jawaban salah
7.      Bulan berapa klien lahir ? Jawaban salah
8.      Tanggal berapa klien lahir ? Jawaban salah
9.      Berapa lama klien tinggal dipanti jompo ? (kesalahan 25 % dianggap benar) Jawaban Benar.

Keterangan :
Kesalahan 0-2             : fungsi intelektual utuh
Kesalahan 3-4 : kerusakan intelektual ringan
Kesalahan 5-7 : kerusakan intelektual sedang
Kesalahan 8-9 : kerusakan intelektual berat

Didapatkan ada 4 jawaban yang tidak tepat dan tergolong kerusakan intelektual ringan.














Lampiran 5
MINI MENTAL STATE EXAMINATION (MMSE)
Nama pasien    : Ny.P                                  Tgl wawancara                :19 Februari 2013
Usia                 : 72 Thn                               Waktu                             : 08.30 WITA
Pendidikan      : Tidak ada                          Tempat                            : Di Kamar Klien

SKOR MAX
SKOR PASIEN
PERTANYAAN
KET
5
2
Sekarang (hari), (tgl), (bulan), (tahun), siang/ pagi/ malam?
Orientasi
5
3
Sekarang kita berada di mana? (lorong), (dusun), (kelurahan), (kabupaten), (provinsi)
Orientasi
3
3
Pewawancara menyebutkan nama 3 buah benda; almari, sepatu, buku, satu detik untuk setiap  benda. Lansia mengulang ke-3 nama benda tsb. Berikan nilai 1 untuk setiap jawaban yang benar
Registrasi
5
4
Hitunglah mundur dari 10.000 ke bawah dengan pengurangan 1000 dari 10000 ke bawah (Nilai 1 untuk jawaban yang benar), berhenti setelah 5 hitungan (9.000, 8.000, 7.000, 6.000, 5.000)
Atensi dan kalkulasi
3
3
Tanyakan kembali nama 3 benda yang telah disebutkan di atas. Berilah nilai 1 untuk setiap jawaban yang benar
Mengingat
9
7
·      Apakah nama benda ini ? perlihatkan pensil dan jam tangan (nilai 2) jika jawaban benar
·      Ulangilah kalimat berikut : “Saya ingin Sehat” (nilai 1)
·      Laksanakanlah 3 perintah ini :”peganglah selembar kertas dengan tangan kanan, lipatlah kertas itu pada pertengahan dan letakkanlah di lantai ! (nilai 3)
·      Bacalah dan laksanakan perintah berikut : “pejamkan mata anda” (nilai 1)
·      Tulislah sebuah kalimat : “Allahu Akbar” dalam bahasa arab. (nilai 1)
·      Tirulah gambar ini : pohon (nilai 1)
Bahasa

Stadium ringan : MMSE 21-30
Stadium sedang : MMSE 10-20
Stadium berat: MMSE < 10


Didapatkan skor  MMSE 22 dan dikategorikan stadium ringan.



























Analisa Data
No.
Data
Masalah keperawatan
1.
Ds
Ø  Klien mengatakan nyeri dirasakan paling kuat jika klien   lupa/malas makan.
Ø  Klien mengatakan nyerinya dirasakan seperti tertarik kuat (tajam)
Ø  Klien mengatakan sakitnya dirasakan pada daerah uluh hati.
Ø  Klien mengatakan nyerinya pada skala 7 (Nyeri berat).
Ø  Klien mengatakan nyerinya dirasakan tidak menentu waktunya, muncul sesekali selama 5 menit dengan durasinya 15 menit.

Do
Ø  Wajah klien nampak meringis
Ø  Klien nempak menekan daerah lambung jika nyerinya timbul.
Ø  Klien terdengar berteriak kesakitan jika nyerinya muncul.
Nyeri








2.















3.


















4.
Ds
Ø  Klien mengatakan susah tidur malam
Ø  Klien mengatakan tidurnya hanya ± 5 jam/ hari
Ø  Klien mengatakan sering terbangun dari tidur malamnya.

Do
Ø  Mata klien nampak sayu
Ø  Klien nampak mengantuk
Ø  Klien nempak tertidur pada pagi hari.


Ds
Ø  Klien mengatakan tidak bisa menggerakkan kedua kakinya
Ø  Klien mengatakan tidak bisa berjalan sejak tahun 1950-an.
Ø  Klien mengatakan selalu menggunakan kursi rodanya jika mau berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Do
Ø  Klien nempak tidak bisa menggerakkan kedua kakinya.
Ø  Klien nampak selalu duduk di kursi roda dan menggerakkannya jika mau ke tempat lain.
Ø  Klien nempak tidak bisa berdiri ataupun berjalan.


Ds
Ø  Klien mengatakan ia tidak terlalu banyak tahu tentang penyakit yang dideritanya
Ø  Klien mengatakan ia tidak pernah memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan
Ø  Klien mengatakan tidak mengetahui penyebab kelumpuhannya.
Do
Ø  Klien nampak bertanya-tanya tentang penyakitnya.
Ø  Klien nempak bingung ketika dikaji tentang penyakitnya
Gangguan pola tidur














Imobilisasi fisik


















Kurang pengetahuan tentang penyakit

Diagnosa keperawatan
1.      Nyeri berhubungan dengan adanya peradangan pada mukosa lambung
2.      Gangguan pola tidur berhubungan dengan  kegelisahan yang selalu dialami klien.
3.      Imobilisasi fisik berhubunga dengan kelumpuhan pada bagian ekstremitas bawah
4.      Kurang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan  kurang terpapar informasi kesehatan.


DAFTAR PUSTAKA




Guyton, A.C. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, editor, Irawati Setiawan, Edisi 9. Jakarta; EGC

Keliat, B.A. 1994. Proses Keperawatan. Jakarta; EGC

Long, B.C. 1996. Perawatan Medikal Bedah, Edisi I, Bandung

Mansjoer, A,. 2001. Kapita Selekta Kedokteran, Edisi ketiga Jilid Pertama. Jakarta; Media Aeusculapius,

Price, S.A,. 1994. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit,; alih bahasa, Peter Anugrah; editor, Caroline Wijaya, Edisi 4. Jakarta; EGC

Smeltzer, S.C,. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner & Suddarth, ; alih bahasa, Agung Waluyo; editor Monica Ester, Edisi 8, Vol.2. Jakarta; EGC

Soeparman, S.W,. 2001. Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II,. Jakarta; Gaya Baru





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar